Ciri Ciri Asam Urat

Ciri Ciri Asam Urat Secara Umum

Ciri Ciri Asam Urat

"<yoastmark

Ciri-ciri asam urat secara umum perlu kita ketahui. Dengan demikian kita dapat mengenali dan mengetahui lebih dini bahwa seseorang menderita asam urat. Kemudian mengambil suatu tindakan untuk penanganan ataupun pengobatan lebih lanjut supaya tidak terjadi keluhan yang lebih parah.

Asam urat adalah bentuk dari penyakit osteoarthritis yang menyebabkan sendi tiba-tiba berwarna kemerahan, membengkak, dan terasa sakit. Penyakit ini dapat menyerang seluruh persendian. Akan tetapi sendi lutut, pergelangan kaki, telapak kaki, dan juga jempol adalah yang paling sering terkena serangan asam urat. Asam urat cukup banyak diderita masyarakat Indonesia. Apa saja gejala dan ciri-ciri asam urat? (sumber : hellosehat.com)

Gejala umum dari kadar asam urat tinggi

Asam urat sering kita anggap sebagai penyakitnya orang tua alias yang sudah berumur lanjut. Namun, penyakit ini dapat memengaruhi semua orang tanpa memandang usia. Pria dan wanita juga sama-sama berisiko mengalami penyakit ini, meski memang cenderung lebih banyak terjadi pada pria.

Asam urat sebenarnya merupakan senyawa alami yang diproduksi tubuh dalam kadar sewajarnya. Tubuh Anda juga menghasilkan asam urat ketika memecah zat purin dari makanan yang Anda makan. Selama kadar asam urat dalam tubuh normal, Anda tidak akan mengalami penyakit ini. Penyakit baru akan ketika kadar asam urat melonjak naik.

Ketika kadar asam urat tinggi dalam darah, kelebihannya dapat menumpuk dan mengkristal pada area persendian. Hal inilah yang membuat persendian terasa nyeri dan sakit, dan kadang juga memerah dan bengkak.

Pada awalnya, penyakit ini mungkin tidak menunjukkan gejala yang begitu berarti. Gejala biasanya baru mulai muncul ketika penderita mengalami serangan asam urat akut atau sudah mengalami kondisi yang kronis.

Ciri-ciri asam urat yang paling umum adalah:

1. Nyeri sendi parah

Nyeri sendi adalah salah satu gejala yang umum muncul ketika kadar asam urat dalam darah tinggi.

Gejala ini terjadi akibat ginjal tidak mampu mengolah asam urat yang sudah terlalu banyak. Asam urat yang tidak terolah kemudian dapat menumpuk di persendian dan mengeras hingga menjadi kristal. Pengkristalan inilah yang menyebabkan sendi mengalami peradangan dan nyeri hebat.

Bagian sendi yang paling sering mengalami nyeri akibat asam urat adalah jempol kaki, lutut, pergelangan kaki, siku, dan ibu jari.

Nyeri sendi dapat terjadi tiba-tiba. Nyeri sendi sebagai ciri-ciri asam urat lebih sering terjadi pada malam hari saat tidur.

2. Sendi bengkak dan lunak

Ciri-ciri nyeri sendi akibat asam urat juga bisa kita lihat dari penampilan persendian yang bermasalah. Sendi yang bermasalah karena gejala asam urat tinggi akan membengkak dan terasa lunak ketika ditekan.

Pembengkakan lunak ini terjadi karena dua alasan. Pertama karena jaringan pelapis sendi yang bernama sinovium membengkak, dan yang kedua adalah karena cairan sinovial (pelumas sendi) jumlahnya meningkat.

Kedua kondisi ini menandakan sedang terjadi proses peradangan aktif yang mana sel-sel darah putih masuk banyak ke dalam sendi.

3. Kulit pada persendian yang sakit berwarna kemerahan

Jika persendian yang bermasalah tidak hanya bengkak dan nyeri tapi kulitnya juga berwarna merah terang, ini bisa jadi ciri-ciri asam urat.

Pada jumlah normal, asam urat akan keluar lewat air kencing. Namun saat tubuh terlalu banyak menghasilkan asam urat, ginjal akan kesulitan memprosesnya. Kelebihannya dapat menumpuk, kemudian membentuk kristal pada persendian. Ini menyebabkan peradangan.

Saat ada peradangan di sendi, aliran darah akan meningkat berjalan menuju ke bagian sendi yang terkena, ini disebut vasodilatasi. Pada akhirnya kulit pada bagian sendi tersebut akan berwarna kemerahan.

4. Rasa panas  sekitar sendi

Gejala asam urat juga dapat menyebabkan persendian yang bengkak dan memerah terasa panas. Sensasi panas yang muncul pada persendian ini adalah efek dari proses peradangan.

Proses peradangan alias inflamasi akan memicu sistem imun tubuh untuk melepaskan protein kecil (peptida) ke jaringan lunak sekitar sendi. Zat penyebab peradangan juga menyebabkan cairan pada sekitar sendi berkumpul.

Hal tersebut membuat aliran darah jadi meningkat sehingga sendi membengkak dan terasa hangat.

Post Berkaitan

9 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *