Cara Mengobati Asam Urat dengan Jahe

Cara Mengobati Asam Urat dengan Jahe

Cara Mengobati Asam Urat dengan Jahe

Jahe sebagai tanaman obat

Cara mengobati asam urat dengan jahe.

Faktanya berbagai cara orang-orang lakukan untuk mengatasi keluhan menderita sakit asam urat. Dan antara ada yang mengatasinya dengan cara medis atau ilmu kedokteran atau dengan mengkonsumsi obat-obat kimia. Ada juga yang melakukan terapi.  Namun demikian tidak sedikit orang yang menggunakan cara-cara tradisional, seperti misalnya dengan memanfaatkan jahe.

Tanaman jahe sudah sangat populer untuk Indonesia sejak jaman dulu. Jahe termasuk rempah-rempah yang berguna tidak hanya sebagai bagian dari bumbu makanan tetapi jahe dapat bermanfaat sebagai obat. Oleh karena itu tidak salah apabila kita menggolongkan tanaman jahe  sebagai tanaman obat. Dan kita kenal sebagai salah satu tanaman apotik hidup.

Ciri ciri fisik jahe

Jahe  (Zingiber officinale), seperti dikutip dari wikipedia adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung pada ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron.

Jahe termasuk suku Zingiberaceae (temu-temuan). Nama ilmiah jahe diberikan oleh William Roxburgh dari kata Yunani zingiberi, dari Bahasa Sanskertasingaberi.

Jahe diperkirakan berasal dari India. Namun, ada pula yang mempercayai jahe berasal dari Republik Rakyat Tiongkok Selatan. Dari India, jahe dibawa sebagai rempah perdagangan hingga Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang, hingga Timur Tengah. Kemudian pada zaman kolonialisme, jahe yang bisa memberikan rasa hangat dan pedas pada makanan segera menjadi komoditas yang populer di Eropa.

Jahe (Zingiber officinale Rosc.) merupakan salah satu jenis tanaman yang termasuk ke dalam suku Zingiberaceae. Nama Zingiber berasal dari bahasa Sanskerta “singabera” (Rosengarten 1973) dan Yunani “Zingiberi” (Purseglove et al. 1981) yang berarti tanduk, karena bentuk rimpang jahe mirip dengan tanduk rusa. Officinale merupakan bahasa latin (officina) yang berarti berguna dalam farmasi atau pengobatan (Janson 1981).

Batang jahe merupakan batang semu dengan tinggi 30 hingga 100 cm. Akarnya berbentuk rimpang dengan daging akar berwarna kuning hingga kemerahan dengan bau menyengat. Daun menyirip dengan panjang 15 hingga 23 mm dan panjang 8 hingga 15 mm. Tangkai daun berbulu halus.

Bunga jahe tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat telur dengan panjang 3,5 hingga 5 cm dan lebar 1,5 hingga 1,75 cm. Gagang bunga bersisik sebanyak 5 hingga 7 buah. Bunga berwarna hijau kekuningan. Bibir bunga dan kepala putik ungu. Tangkai putik berjumlah dua.

( sumber wikipedia )

Atasi gejala asam urat dengan jahe 

Nah jika Anda punya persoalan dengan asam urat, jahe bisa Anda jadikan sebagai salah satu solusinya. Jahe memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan antara lain membuat lambung nyaman dan menghilangkan rasa mual. Selain itu jahe juga bermanfaat untuk mengurangi gejala nyeri sendi akibat penyakit gout!

Sebuah penelitian pada tikus yang pada tahun 2011 menemukan bahwa jahe bekerja sebagai agen antiinflamasi dan menurunkan gejala penyakit gout. Pada penelitian ini, peneliti membandingkan jahe dengan obat yang bernama indometasin. Hasilnya menunjukkan bahwa jahe memiliki efek yang sama baiknya dengan obat tersebut dalam hal menghilangkan nyeri sendi akibat penyakit gout.

Tak berhenti, penelitian lain pada manusia juga menemukan hasil serupa. Penelitian ini dilakukan di Pakistan, dan tim peneliti menemukan bahwa campuran jahe dengan beberapa jenis herbal lain memiliki efek antiinflamasi sehingga dapat mengurangi gejala radang sendi akibat penyakit gout.

Meski manfaatnya jelas, mekanisme jahe dalam mencegah dan meringankan serangan gout masih belum pasti hingga saat ini. Namun, peneliti berhipotesis bahwa jahe mengandung beberapa zat anti-inflamasi, seperti gingerol dan shogaol. Kedua zat itulah yang memiliki efek anti radang sehingga mampu meringankan nyeri akibat penyakit gout.

Penjelasan

Dari temuan-temuan tersebut, perlu Anda ketahui bahwa semuanya masih bersifat penelitian awal. Artinya, masih perlu penelitian lanjutan untuk menelusuri manfaat jangka panjang jahe pada asam urat dan efek samping yang mungkin terjadi akibat penggunaan herbal yang satu ini.

Walau begitu, tidak ada salahnya jika Anda ingin mengonsumsi jahe untuk mencegah atau meringankan serangan gejala gout. Dalam hal ini, Anda dapat minum air jahe sebanyak 1–2 gelas sehari. Jika dengan ini gejala tidak membaik, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter. Karena mungkin, Anda membutuhkan obat antinyeri atau antiradang lain untuk mengendalikan gejala.

Selain itu, perlu Anda perhatikan pula bahwa jahe hanya bermanfaat untuk mengurangi peradangan akibat penumpukan asam urat pada sendi. Ini artinya, jahe tidak mampu menurunkan kadar asam urat dalam darah atau menyembuhkan penyakit tersebut. Untuk itu, Anda harus melakukan perubahan gaya hidup dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi purin, supaya asam urat tidak melonjak tinggi dan menyebabkan gejala yang menyakitkan.

==> sumber dari : klikdokter.com

Post Berkaitan

9 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *